Monday, September 12, 2011

Misteri mayat di atas kubah Masjid Nabawi

 http://3.bp.blogspot.com/_NbNw1PvEVLI/TSlUgJRrmMI/AAAAAAAACu0/yUErlTaZn9U/s1600/jenazah%2Bdiatas%2Bkubah.jpg
Qubbatul Khadhra’ (kubah hijau) yang terlihat megah di Masjid Nabawi berfungsi menaungi makam Rasul Saw yang mulia didampingi kedua sahabatnya sekaligus mertuanya iaitu Abu Bakar Siddiq ra, dan Umar bin Khattab ra. 
 
Tempat tersebut dahulunya adalah rumah baginda Rasul Saw kerana setiap Rasul yang diutus oleh Allah Swt dimakamkan di mana dia wafat. Sebagaimana sabda Nabi Saw: Tidak dicabut nyawa seorang Nabi pun melainkan dikebumikan dimana dia wafat. (HR. Ibnu Majah)

Sejarah bercerita, ketika Nabi sampai di Madinah, pertama sekali dikerjakan Nabi Saw adalah membina Masjid Nabawi dengan membeli tanah berharga 10 dinar kepunyaan dua orang anak yatim Sahl dan Suhail berukuran 3 x 30 m.
 
Bangunan yang sederhana itu hanya berdindingkan tanah yang dikeringkan, bertiangkan pohon kurma dan beratapkan pelepah kurma. Sebelah Timur bangunan Masjid Nabawi dibina rumah Nabi Saw. 
 
Manakala di sebelah Barat dibina ruangan untuk orang-orang miskin dari kaum Muhajirin yang pada akhirnya tempat itu dikenali dengan tempat ahli Suffah (kerana mereka tidur berbantalkan pelana kuda).

Pada tahun ke-7 H, Nabi mengadakan perluasan Masjid Nabawi ke arah Timur, Barat, dan Utara sehingga berbentuk bujursangkar 45 x 45 m dengan luas mencapai 2.025 m2 . 
 
Program jangka panjang untuk memperluas Masjid Nabawi seperti yang kita lihat sekarang ini diisyaratkan oleh Nabi Saw dengan sabdanya menjelang wafat: “Selayaknya kita memperluas masjid ini”.

Hingga pada tahun ke-17 H, Amirul Mukminin Umar bin Khattab khalifah kedua, memperluas ke arah Selatan dan Barat masing-masing 5 m dan ke Utara 15 m, dan diteruskan oleh Usman bin Affan khalifah ketiga memperluas ke arah Selatan, Utara dan Barat masing-masing 5 m pada tahun ke-29 H.

Akhirnya pada masa Khalifah Bani Umayyah Al-Walid bin Abdul Malik pada tahun 88 H, memperluas ke semua sisi Masjid Nabawi termasuk ke arah Timur (rumah Nabi) dan bilik-bilik isteri Nabi (hujurat) sehingga makam Nabi Muhammad Saw, Abu Bakar Siddiq, dan Umar bin Khattab termasuk sebahagian dari masjid dan berada di dalam masjid yang sebelumnya terpisah dari masjid.

Inilah yang menjadi perbahasan para ulama dan fukaha di dalam Fikih Islam, iaitu mendirikan bagunan seperti rumah kubah, madrasah, dan masjid di atas kubur. Kerana Nabi Saw bersabda : Allah mengutuk umat Yahudi dan Nasrani yang membuat kubur para nabi mereka menjadi masjid-masjid (tempat peribadatan). (HR. Bukhari Muslim)

Hadis di atas difahami oleh sebahagian ulama terutama di kalangan pengikut Syekh Muhammad bin Abdul Wahab (Th. 1115 H/ 1703 M di Masjid Saudi Arabia, dan aliran ini disebut oleh saingannya sebagai aliran Wahabiyah, dan di Indonesia dengan aliran Salafi). 
 
Secara umum, tidak boleh melakukan kegiatan ibadah di atas kubur, berdoa menghadap kubur, dan membina kubah di atas kuburan.

Terakhir ada seorang manusia yang memanjat kubah hijau Masjid Nabawi untuk dihancurkan, lalu disambar petir secara tiba-tiba dan mati. Mayatnya melekat pada kubah hijau tersebut dan tidak dapat diturunkan sehingga sekarang. 
 
Syekh Zubaidy, ahli sejarah Madinah menceritakan ada seorang soleh di kota Madinah bermimpi, dan terdengar suara yang mengatakan “Tidak ada seorang pun yang dapat menurunkan mayat tersebut, agar orang yang di kemudian hari dapat mengambil, i’tibar”.

Hingga sekarang mayat tersebut masih ada dan dapat disaksikan terus dengan mata kepala. Bagi yang tidak dapat berkunjung ke sana dapat mengakses internet google “Ada Mayat di atas Kubah Masjid Nabawi”.

Pengajaran yang dapat diambil dari kisah ini, terlepas dari kebenarannya, bahwa kembali kepada Tauhid yang murni seperti zaman Rasul Saw adalah tujuan dari dakwah Islam dan misi para Rasul dan umat Islam mesti menerimanya, jika tidak ingin menjadi orang musyrik. 
 
Akan tetapi pemeliharaan nilai sejarah dan para pelaku sejarah juga penting, kerana Allah berfirman : Sungguh di dalam sejarah mereka terdapat pengajaran bagi orang-orang yang berakal. (QS. Yusuf : 111).

Akhirnya jika pelaku sejarah tidak boleh dikenang, tidak dimuliakan, tidak dihormati, kuburnya diratakan, bagaimana kita mengambil pelajaran dari sejarah tersebut? 
 
Adapun maksud Nabi Saw Allah mengutuk Yahudi dan Nasrani menjadikan kubur sebagai tempat ibadah, adalah menyembah kubur. Semoga kita dapat pengajaran. Wallahua’lam

4 comments:

LadyBird said...

lady baru je tahu kisah ini.. terima kasih yer~

Qibs said...

harap maaf, cerita nie palsu belaka, sila rujuk http://www.islam-qa.com/en/ref/110061

dan said...

cerita ni palsu baik ada delete aje cerita ni...bkn mayat tapi tingkap

RES2Biz said...

ada sumber dari http://pulsk.com/205940/Benda-di-atas-kubah-hijau-masjid-Nabawi-bukanlah-jenazah-orang-salafi-wahabi.html

Benda di atas kubah hijau masjid Nabawi bukanlah jenazah orang salafi wahabi
MADINAH (Suara Karya): Isu soal benda aneh di Kubah Hijau, Masjid Nabawi, mengundang perdebatan berbagai kalangan. Sebagian menyebut barang misterius itu adalah jenazah yang disambar petir. Sang pendosa itu tewas ketika mencoba menghancurkan atap makam Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, serta sahabat Abu Bakar Al-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.


Namun sumber lain menyebutkan, informasi itu sengaja dihembuskan untuk memojokkan kaum Wahabi yang memang antipengkultusan situs-situs warisan masa lalu. Karena, menurut kelompok mayoritas di Arab Saudi ini, hal tersebut diyakini sebagai perbuatan syirik

Dipandu petugas haji M Noor C (MNC), Tim Media Center Madinah (MCH), di Madinah, Arab Saudi, baru-baru ini, mencoba memotret objek tersebut. "Inilah yang diinformasikan sebagai jenazah yang disambar halilintar dan tak bisa diturunkan dan terpaksa dikubur di atas kubah. Ini sebagai pelajaran bagi orang yang mencoba meluluhlantakkan peninggalan sejarah Islam," ujar MNC yang mengaku sudah 20 tahun tinggal di Arab Saudi.

Benda berbentuk keranda yang ditutupi kain dan diikat dengan tali itu, bisa dilihat dari pelataran depan Masjid Nabawi. Tepatnya, sekitar 10 meter dari Kubah Putih yang berada di atas kantor imam dan pengurus Masjid Nabi. Seperti diketahui, Kubah Hijau adalah 'payung' yang menutupi pusara Rasul yang bersebelahan dengan tempat suci Raudhah.

Mahrus berpendapat, isu itu pertama kali disebarkan situs pengikut Syiah.

Kabar burung yang dimuat www.m-mahdi.com itu, tutur dia, bersumber dari seorang tokoh bernama Azzubaidi. "Tapi, itu pernyataan tanpa bukti dan sulit dicerna oleh logika, baik nalar ilmiah maupun agama," ucapnya.

Dalam tulisan yang dipublikasikan 23 Juni 2011 tersebut, Mahrus menjelaskan, bahwa slot yang tampak pada kubah sebenarnya adalah pintu atau jendela darurat untuk membersihkan bagian dalam atap bangunan kuno itu. "Ini dibangun di era Turki Utsmani (Ottoman) sebagai peninggalan asli. Namun, sekarang dikunci dan tak digunakan lagi," ujarnya.

Mahrus menjelaskan, bahwa lubang atau jendela darurat itu disebut Alrosenh. "Itu dibuat khusus untuk membersihkan bagian dalam kubah, tetapi sekarang ditutup dan tidak dipakai lagi," ucapnya.

Mahrus menambahkan, PT Bin Ladin sebagai salah satu perusahaan yang bertanggung jawab mengelola Dua Kota Suci Mekah dan Madinah, pernah menglarifikasi masalah ini. Dengan tegas ia menyimpulkan, pertama, bahwa gundukan di atas Kubah Hijau bukan mayat, melainkan slot atau Alrosenh yang berfungsi untuk membersihkan ruang dalam bagian atas makam Nabi.


(Yudhiarma)

Tambahan.
Misteri Kubah Hijau Masjid Nabawi ?
Antum masih ingat fitnah tentang â??Kuburan Wahhaby di atas Kubah Hijau Masjid Nabawiâ?? yang dulu pernah saya share gambar/fotonya??? nhah di sini saya langsung memperlihatkan Videonya para pekerja yang sedang membersihkan kubah hijau tersebut yang dibawahnya adalah Makam Rasulullah shallallahu â??alaihi wa sallam.

Banyak pemberitaan palsu yang dibawakan oleh para pengikut Ahlul Bidâ??ah, Kaum Sufi, Ahbash dan bahkan Kaum Syiâ??ah yang mengatakan bahwa di atas kubah itu terdapat kuburan seorang â??Salafy Wahabiâ?? yang melekat/menempel dikubah hijau masjid Nabawi, karena konon ceritanya seorang wahabi itu hendak merobohkan, menghancurkan kubah tersebut, kemudian seorang wahabi itu di sambar petir dan mati melekat di sana.

Dan konon katanya (Qiila Wa Qoola) penjaga makam Rasulullah itu bermimpi agar seorang Wahabi yang mati di sana untuk tidak di ambil, tidak dimandikan, tidak dikafani, tidak disholatkan dan tidak dikuburkan jenazahnya selayaknya seorang muslim. Jenazahnya harus tetap menempel di situ Dengan maksud untuk peringatan bagi semua kaum Muslimin. Naâ??udzubillahi min dzaalikâ?¦.
Ini adalah berita PALSUâ?¦..!!!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...